thanks for visiting,come back soon for more:)

Sabtu, 19 Oktober 2013

Teori Menulis Apa Yang Tepat Untuk Pemula?

Salah satu jawaban pamungkas yang saya berikan untuk penulis pemula ketika mereka menanyakan tentang teori menulis adalah: Jangan pikirkan teori dulu.
Lho, kok begitu?



Ya, seperti itulah! Menulis itu sama dengan berenang, yang penting nyebur dulu ke kolam. Masalah teori, itu belakangan. Intinya, kita harus praktek yang banyak dan sering dulu. Bila sudah praktek dan ternyata gagal, baru tanya teorinya.
Bila  sebelum menulis anda pernah mendengar atau membaca teori menulis, janganlah merasa terkungkung atau terkurung dengan teori yang pernah anda dengar dan baca itu. Kesampingkan teori itu, langsung praktek nulis.
Bila anda mengingat terus teori itu, anda akan merasa terpenjara dan tidak bebas untuk menulis, akhirnya tidak jadi nulis, deh. Anda perlu ingat, untuk menulis kita harus lepas dari kungkungan. Tuangkan dulu isi benak anda ke dalam banyak halaman, bila mentok, barulah anda tanyakan atau baca teorinya.

Teori menulis yang banyak dituliskan di banyak buku, atau yang dianjurkan dalam setiap pelatihan dan seminar menulis, baru akan anda rasakan manfaatnya hanya jika:
  • Anda sudah mulai menulis sepuluh, dua puluh lembar halaman.
  • Anda sudah mulai menulis lima puluh sampai ratusan halaman.
  • Anda sudah pernah menulis sebuah buku. Ingat: menuliskan sebuah buku, bukan menerbitkan sebuah buku.
Ketika anda sudah menulis yang banyak, maka anda akan menemukan banyak teori yang ajib bin ajaib nan mendetail dalam menulis. Namun bila anda tidak pernah menulis apapun, maka teori-teori itu tidak akan pernah berarti sedikitpun. Bila anda tidak pernah belajar menulis buku atau menulis artikel dengan rutin, maka teori menulis itu hanya akan menjadi sampah yang menumpuk di otak anda dan hanya akan mengotori bukannya mencerdaskan anda.
Intinya adalah menulis yang banyak dulu, baru lihat teori. Berlatih dulu yang banyak, baru baca teori. Dan perbaiki tulisan anda dengan teori itu. Lakukanlah dengan konsisten dan keyakinan bahwa anda bisa menjadi mahir menulis ketika anda rajin dan konsisten. Ini adalah pesan yang bagus untuk penulis pemula.
Setelah anda melakukan hal itu, setelah anda menemukan kelincahan dalam menulis. Setelah merasakan hambatan menulis semakin berkurang, maka anda akan menjumpai tulisan anda yang tidak pernah kunjung diterbitkan itu akhirnya terbit juga.
Untuk sampai kesana, anda harus menulis yang banyak dulu. Tulislah yang banyak tentang apa saja. Tidak harus sekaligus banyak. Nyicil saja. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Itu adalah pepatah kuno yang cocok untuk zaman apapun.
Bila itu sudah anda lakukan, barulah anda mulai merasakan perkembangan otot-otot jari tangan anda. Otot mata, urat saraf di kepala anda akan mulai merasakan kebiasaan baru ini.
Bila anda melakukan kebiasaan baru itu dalam waktu lama, maka anda akan merasakan manfaat yang besar dari menulis. Dan untuk sampai kepada tingkat yang lebih mahir lagi dalam menulis. Anda harus berusaha lebih banyak lagi dan untuk itu anda harus bersabar mempraktekkannnya.

cr http://caramenulisbuku.com

Tidak ada komentar:

To Top Page Up Page Down To Bottom Auto Scroll Stop Scroll