thanks for visiting,come back soon for more:)

Kamis, 13 November 2014

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA



1.      Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi (Bungkus Makanan)
a)      Penambahan Fonem
1.      Penambahan Fonem /a/
Penulisan bungkus makanan pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi penambahan fonem karena penulisannya menambahkan fonem /a/ pada kata sedap sehingga menjadi sedaap. Dalam KBBI tidak ada kata sedaap tetapi kata sedap. Tidak menggunakan dua buah fonem /a/ tetapi hanya satu buah. Seharusnya penulisan yang benar adalah sedap.
Menurut KBBI (2008:1237) sedap adalah 1 enak (nyaman, senang) tt perasaan pd umumnya: bersih,rapi, dan -- dipandang mata; lagunya tidak -- didengar; tidak -- hatinya; 2 harum: -- baunya; 3 lezat: masakan yg dihidangkan -- sekali;-- dahulu pahit kemudian, pb bersenang-senang dahulu, akhirnya mendapat kesusahan.

2.      Penambahan Fonem /a/
Penulisan bungkus makanan pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi penambahan fonem karena penulisannya menambahkan fonem /a/ pada kata sedap sehingga menjadi sedaaap. Jika penulisan bungkus makanan di atas kata sedap menggunakan dua buah fonem /a/, bungkus makanan ini penulisan kata sedap menggunakan tiga buah fonem /a/. Mungkin penulisan kata sedaaap pada bungkus makanan ini menegaskan bahwa produk mereka benar-benar lezat, sehingga konsumen tidak ada keraguan untuk membelinya.
Dalam KBBI tidak ada kata sedaaap tetapi kata sedap. Tidak menggunakan tiga buah fonem /a/ tetapi hanya satu buah. Seharusnya penulisan yang benar adalah sedap. Menurut KBBI (2008:1237) sedap adalah 1 enak (nyaman, senang) tt perasaan pd umumnya: bersih,rapi, dan -- dipandang mata; lagunya tidak -- didengar; tidak -- hatinya; 2 harum: -- baunya; 3 lezat: masakan yg dihidangkan -- sekali;-- dahulu pahit kemudian, pb bersenang-senang dahulu, akhirnya mendapat kesusahan.
3.      Penambahan Fonem /a/
Penulisan bungkus makanan pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi penambahan fonem karena penulisannya menambahkan fonem /a/ pada kata mantap sehingga menjadi mantaap. Dalam KBBI tidak ada kata mantaaap tetapi kata mantap. Tidak menggunakan dua buah fonem /a/ tetapi hanya satu buah. Seharusnya penulisan yang benar adalah mantap.
Menurut KBBI (2008:876) mantap adalah 1 tetap hati; kukuh; kuat: ia mengutarakan pendapatnya dng suara --; 2 tetap (tidak berubah, tidak bergoyah); tidak ada gangguan; stabil: keadaan di daerah ini sudah kembali.

4.      Penambahan Fonem /a/
Penulisan bungkus makanan pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi penambahan fonem karena penulisannya menambahkan fonem /a/ pada kata enak sehingga menjadi enaak. Dalam KBBI tidak ada kata enaak tetapi kata enak. Tidak menggunakan dua buah fonem /a/ tetapi hanya satu buah. Seharusnya penulisan yang benar adalah enak.
Menurut KBBI (2008:370) enak adalah 1 sedap, lezat (tt rasa): kue ini -- rasanya; 2 sehat atau segar (tt kondisi badan): pd hari ini kondisi badan saya kurang --; 3 nikmat atau menyenangkan (tt perasaan, suasana, dsb); nyaman: setelah mandi dng air hangat, badan terasa --; 4 cak pulas; lelap (tt tidur): pd malam itu,

5.      Penambahan Fonem /u/
 
Penulisan bungkus makanan pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi penambahan fonem karena penulisannya menambahkan fonem /a/ pada kata salut sehingga menjadi saluut. Dalam KBBI tidak ada kata enaak tetapi kata enak. Tidak menggunakan dua buah fonem /u/ tetapi hanya satu buah. Seharusnya penulisan yang benar adalah salut.
Menurut KBBI (1211:2008) salut adalah sampul; sarung; pembungkus; selongsong: -- giginya dr emas;

b)     Penghilangan Fonem
1.      Penghilangan Fonem /l/
Penulisan bungkus makanan pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi pengurangan fonem karena penulisannya menghilangkan fonem /l/ pada kata jel lapis. Mungkin mereka mengurangi fonem tersebut untuk keekonomisan nama produk agar mudah diingat juga dikenal oleh konsumen. Pengurangan fonem ini ntah fonem /l/ yang pertama ntah fonem /l/ yang ke dua.
Menurut termwiki jeli adalah tebal jelas, gelatin-seperti materi yang terbuat dari jus buah, gula, dan pektin pengental, yang matang bersama-sama untuk mengurangi isi cairan, berkonsentrasi rasa, dan campuran menebal. Setelah ditetapkan, jelly dipakai sebagai spread untuk roti dan roti panggang dan sebagai mengisi untuk kue dan kue kering. Sedangkan menurut KBBI (2008:789) lapis adalah 1 susun; bagian: -- tanah yg di bawah terdiri atas pasir; 2 saf; deretan; banjar: untuk pertahanan, pasukan terdiri atas lima --; 3 benda tipis digunakan untuk menyadur atau menyalut benda lain: -- hulu pisau (cincin, gelang, dsb) itu dibuat dr emas;-- antara lapisan pd batuan yg berada di antara dua lapisan batu bara atau bahan galian berharga lainnya; -- mutiara lapisan terdalam dr cangkang (kerang, dsb) yg dibentuk oleh sel-sel mantel dan sebagian besar terdiri atas kalsium karbonat; -- penutup lapisan yg langsung menutupi bahan galian berharga;
            Penulisan yang benar pada bungkus makanan di atas adalah jel lapis.

2.      Penghilangan Fonem /a/
Penulisan bungkus makanan pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi pengurangan fonem karena penulisannya menghilangkan fonem /a/ pada kata pizza abc. Mungkin mereka mengurangi fonem tersebut untuk keekonomisan nama produk agar mudah diingat juga dikenal oleh konsumen. Pengurangan fonem ini ntah fonem /a/ yang pertama ntah fonem /a/ yang ke dua.
Menurut wikipedia pizza adalah Pizza [ˈpiːtsə] adalah sejenis roti bundar, pipih yang dipanggang di oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta keju dengan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih. Keju yang dipakai biasanya mozzarella atau "keju pizza".Jenis bahan lain juga dapat ditaruh di atas pizza, biasanya daging dan saus, seperti salami dan pepperoni, ham, bacon, buah seperti nanas dan zaitun, sayuran seperti cabe dan paprika, dan juga bawang bombay, jamur dan lain lain.
Menurut KBBI (1:2008) a adalah 1 huruf pertama abjad Indonesia; 2 nama huruf a; 3 penanda pertama dl urutan (mutu, nilai, dsb). Menurut KBBI (108:2008) b adalah 1 huruf ke-2 abjad Indonesia; 2 penanda ke-2 dl urutan (mutu, nilai, dsb). Menurut KBBI (231:2008) c adalah 1 huruf ke-3 abjad Indonesia; 2 penanda ke-3 dl urutan (mutu, nilai, dsb); 3 (ditulis dng huruf kapital) lambang bilangan 100 angka Romawi; 4 (ditulis dng huruf kapital bergaris atas) lambang bilangan 100.000 angka Romawi
            Penulisan yang benar pada bungkus makanan di atas adalah pizza abc.

3.      Penghilangan Fonem /ai/

Penulisan bungkus makanan pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi pengurangan fonem vokal rangkap menjadi vokal tunggal karena penulisannya menghilangkan fonem /ai/ pada kata ramai sehingga menjadi rame.
Menurut KBBI (1136:2008) ramai adalah riuh rendah (tt suara, bunyi): -- benar suara tembakan itu; 2 riang gembira; meriah: perjamuan itu -- sekali; 3 serba giat; sibuk (tt pasar, perdagangan): belakangan ini pasar itu -- kembali; 4 banyak (penduduk, orang): kampung itu agak --; 5 banyak kendaraan berlalu-lalang: lalu lintas mulai -- menjelang lebaran; Sedangkan untuk kata rame tidak ada dalam KBBI.
            Jadi penulisan yang benar pada bungkus makanan di atas adalah ramai-ramai.

2.      Analisis Kesalahan Bahasa Tataran Morfologi (Majalah Kartini)
a)      Penghilangan Afiks
1. Penghilangan Prefiks meng-

1.      Kaum adam yang ada di kampung itu turut ambil bagian dalam pemeliharaan bunga
Analisis: Kata yang dicetak miring di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran morfologi penghilangan afiks karena penulisannya menghilangkan prefiks -meng. Dalam bahasa memang ada istilah ekonomi bahasa, artinya kita harus dapat menggunakan kata sehemat mungkin, namun penghematan ini jangan sampai merusak kaidah bahasa. Bentuk-bentuk penghilangan awalan meng- ini dapat dibenarkan hanya pada kepala berita dalam surat kabar atau media cetak; sedangkan pada beritanya tau tulisan resmi lainnya bentuk penghilangan awalan meng- ini tidak dibenarkan. Penulisan kata ambil seharusnya mengambil. Perbaikan kalimat di atas adalah Kaum adam yang ada di kampung itu turut mengambil bagian dalam pemeliharaan bunga.
Sumber: Majalah Kartini edisi 07 – 21 Agustus 2014

b)     Penyingkatan Morf mem-, men-, meng-, meny- dan menge-


1.      Jurusan macam itu kelak mau jadi apa?
Analisis: Kata yang dicetak miring di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran morfologi penghilangan afiks karena penulisannya menghilangkan prefiks -men. Dalam bahasa memang ada istilah ekonomi bahasa, artinya kita harus dapat menggunakan kata sehemat mungkin, namun penghematan ini jangan sampai merusak kaidah bahasa. Penulisan kata jadi seharusnya menjadi. Perbaikan kalimat di atas adalah Jurusan macam itu kelak mau menjadi apa?
Sumber: Majalah Kartini edisi 05 – November 1994

3.      Analisis Kesalahan Bahasa Tataran Sintaksis (Koran Republika)

a)      Kesalahan dalam Bidang Frasa
1. Adanya Pengaruh Bahasa Daerah
1.      Mou juga ingin menambah catatan tak pernah kalah saat mendampingi Chelsea di Stamford Bridge yang sudah menembus 64 Laga
Analisis: Kata yang dicetak miring di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran sintaksis kesalahan dalam bidang frasa karena penulisannya terdapat pengaruh bahasa daerah. Situasi kedwibahasaan yang ada di Indonesia menimbulkan pengaruh yang besar dalam pemakaian bahasa. Ada kecenderungan bahasa daerah merupakan B1, sedangkan bahasa Indonesia merupakan B2.  Penulisan kata tak di atas seharusnya tidak. Perbaikan kalimat di atas adalah Mou juga ingin menambah catatan tidak pernah kalah saat mendampingi Chelsea di Stamford Bridge yang sudah menembus 64 Laga.
Sumber: Koran Republika Terbitan Ahad, 27 Oktober 2013

2.      Bukan sebagai anggota pasif  yang nerimo saja
Analisis: Kata yang dicetak miring di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran sintaksis kesalahan dalam bidang frasa karena penulisannya terdapat pengaruh bahasa daerah. Situasi kedwibahasaan yang ada di Indonesia menimbulkan pengaruh yang besar dalam pemakaian bahasa. Ada kecenderungan bahasa daerah merupakan B1, sedangkan bahasa Indonesia merupakan B2.  Perbaikan kalimat di atas adalah Bukan sebagai anggota pasif  yang menerima saja.
Sumber: Koran Republika Terbitan Selasa, 22 Oktober 2013

b)     Penggunaan Istilah Asing
1.      Sejumlah kasus korupsi di Indonesia, juga mengindikasikan keterlibatan pihak asing sebagai safe heaven, semakin mencuat
Analisis: Kata yang dicetak miring di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran sintaksis 
kesalahan dalam penggunaan istilah asing karena penulisannya menggunakan istilah asing. Kita tidak boleh mencampurkan  bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Perbaikan kalimat di atas adalah Sejumlah kasus korupsi di Indonesia, juga mengindikasikan keterlibatan pihak asing sebagai tempat pelarian yang aman, semakin mencuat
Sumber: Koran Republika Terbitan Senin, 21 Oktober 2013

4.      Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Semantik  blogger mahasiswa Satu Kelas
Kesalahan Karena Pasangan yang Seasal
1.      Penggunaan kata pelepasan



Postingan Senin, 25 Agustus 2014
Blogger Maya Sari 5B http://mayasari94maya.blogspot.com/
Analisis:
Kata yang digarisbawahi pada gambar postingan di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran semantik pasangan yang seasal karena penulisannya menggunakan kata pelepasan jemaah haji yang seharusnya menggunakan kata penglepasan jamaah haji. Dalam pemakaiannya, kata penglepasan umumnya diberi makna proses, tindakan, atau hal melepaskan. Sedangkan kata pelepasan diberi makna anus.
Menurut KBBI (2008:818) pelepasan adalah 1 proses, cara, perbuatan (hal dsb) melepas(kan); 2 pemecatan (dr tugas); 3 dubur; anus; 4 Geo pengurangan atau penghilangan awan, baik secara alami maupun secara buatan;~ kabut Geo perubahan alami atau perubahan krn usaha manusia yg menjurus ke penghilangan kabut di suatu tempat; ~ lambung Anat struktur yg merupakan pintu keluar lambung; ~ paha Anat lipatan yg terletak di antara dinding perut dan pangkal paha; ~ spora Bakt pemisahan jamur dr organ yg membentuk atau membawanya sampai lepas dr tubuh buahnya, dapat terjadi secara aktif berdasarkan kekuatan dr dl jamur itu sendiri atau secara pasif dng bantuan berbagai faktor luar.
Perbaikan penulisan pada kalimat di atas adalah penglepasan jamaah haji.

2.      Penggunaan kata kafan dan kapan
Postingan Minggu, 02 November 2014
Blogger Maya Sari 5B 

http://mayasari94maya.blogspot.com/

Analisis:
Kata yang digarisbawahi pada gambar postingan di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran semantik pasangan yang seasal karena penulisannya menggunakan kata kain kapan yang seharusnya menggunakan kata kain kafan.  
Menurut KBBI (2008:601) kafan adalah n kain (putih) pembungkus mayat.
Sedangkan menurut KBBI (2008:621) kapan adalah pron kata tanya untuk menanyakan waktu: -- dia akan pergi?.
Perbedaan makna kedua kata tersebut jelas terlihat. Mungkin di sini penulis terburu-buru menulis sehingga menyebabkan kesalahan dalam berbahasa. Perbaikan penulisan pada kalimat di atas adalah hanya kain kafan mereka yang meninggal pada malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon yang dipercaya bisa mendatangkan kekayaan.

3.      Penggunaan kata besok dan esok
Postingan Jum’at, 10 Oktober 2014
Blogger Febriyanti Setia Ningsih http://ebbydamas8bigfamill.blogspot.com/
Analisis:
Kata yang digarisbawahi pada gambar postingan di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran semantik pasangan yang seasal karena penulisannya menggunakan kata esok yang seharusnya menggunakan kata besok.
Menurut KBBI (2008:381) esok adalah n hari pertama sesudah hari ini; -- hari hari setelah hari sekarang;  -- lusa 1 hari kedua setelah hari ini; 2 pd suatu waktu (yg akan datang);
Dan kata besok menurut KBBI (2008:183) n 1 hari sesudah hari ini; esok hari: hari ini hari Kamis, -- hari Jumat; 2 saat yg akan datang; kelak: menabunglah untuk persediaan hari --;
Mungkin ini adalah kesalahan yang sering terjadi.  Perbaikan penulisan pada kalimat di atas adalah Tuhan, di malam ini rasanya aku tak ingin bertemu besok pagi.

5.      Analisis Bebahasa Tataran Wacana Web Site Universitas Lancang Kuning
Postingan  Rabu, 25 Juni 2014
Analisis:
Kata yang digarisbawahi pada gambar postingan di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran wacana kesalahan penggunaan konjungsi dan kesejajaran. “Selain itu sasaran kegiatan ini adalah agar mahaiswa Unilak benar-benar memahami, memilah dan memilih dan mengfilter budaya amerika sehingga bila ada mahasiswa Unilak yang lanjut S2 ke amerika tidak kaget”
Perbaikan keefektifan wacana di atas adalah selain itu sasaran kegiatan ini adalah agar mahaiswa Unilak benar-benar memahami, memilah, memilih dan memfilter budaya amerika sehingga bila ada mahasiswa Unilak yang lanjut S2 ke Amerika tidak kaget.

6.      Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Ejaan Yang Disempurnakan pada latar belakang skripsi mahasiswa (Prodi Pendidikan Biologi Universitas Islam Riau)

Kesalahan Penulisan Kata
a.      Penulisan kata dasar dan kata bentukan

Analisis:
Kata yang digarisbawahi di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa dalam penerapan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan kesalahan penulisan kata dasar dan kata bentukan karena penulisan afiks tidak

b.      Kesalahan penulisan preposisi di, ke, dan dari


Analisis:
Skripsi ini di tulis oleh Ria Raisya, Program Studi Pendidikan Biologi, Tahun Ajaran 2008/2009, dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Terbalik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X, di SMA 2 Siak Hulu di Kabupaten Kampar.
Pada latar belakang yang ditulis oleh Ria Raisya, ditemukannya kesalahan berbahasa. Kata yang digarisbawahi pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa dalam penerapan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan kesalahan penulisan preposisi di, ke, dan dari karena penulisan kata depan tidak dipisah di mana menjadi dimana. Penulisan preposisi yang benar dan tepat menurut Ejaan yang Disempurnakan (EYD) adalah kata depan di, ke dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata, seperti kepada dan daripada.
Menurut KBBI (2008:1100) Preposisi adalah n Ling kata yg biasa terdapat di depan nomina, msl, dari, dengan, di, dan ke. Jadi, penulisan yang benar dan tepat untuk preposisi adalah di mana.

Kesalahan Penulisan Tanda Koma (,)
a.      Penghilangan tanda koma di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat di awal kalimat
Analisis:
Skripsi ini di tulis oleh Hasnayanti, Program Studi Pendidikan Biologi, dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together dengan Menggunakan Handout untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIIA SMP 1 Kampar Kiri Hilir, Tahun Ajaran 2011/2012.
Pada latar belakang yang ditulis oleh Hasyanti, ditemukannya kesalahan berbahasa. Kata yang digarisbawahi pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa dalam penerapan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan kesalahan penulisan penghilangan tanda koma di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat di awal kalimat karena tidak adanya peletakan tanda koma pada ungkapan penghubung antar kalimat. Perbaikan kalimat di atas adalah Jadi, yang penting dalam mengajar bukan upaya guru menyampaikan bahan, tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai tujuan.

7.      Analisis Kesalahan Berbahasa pada Blogger Dosen

Blog Bu Roziah S.Pd., M.A

Tataran Fonologi
1.      Perubahan Fonem /b/ menjadi /h/
Postingan Senin, 25 Agustus 2014
Analisis:

Kata yang diberi garis bawah pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan ber
bahasa tataran fonologi perubahan fonem karena penulisannya mengubah fonem /b/ menjadi fonem /h/ pada kata bertabur sehingga menjadi hertabur. Dalam KBBI tidak ada hertabur, yang ada kata bertabur. Penulisan yang benar dan tepat adalah bertabur.
Menurut KBBI (2008:1372) bertabur adalah v 1 berkurik-kurik (hitam, merah, dsb): ayam ~; 2 bersungkit (tt kain): kain ~; 3 ki membagi-bagikan (uang, sedekah, dsb): ~ berderma;~ bijan ke tasik, pb membuang-buang uang (waktu dan tenaga);~ segan-segan nama corak kain tenun; ~ urai banyak berderma (bersedekah, menjamu, dsb).
            Perbaikan penulisan pada kalimat di atas adalah Karena hati kami bertabur kerinduan.
2.      Penambahan Fonem /a/
Postingan Jum’at, 08 Agustus 2014
Analisis:
Kata yang digarisbawahi pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi penambahan fonem karena penulisannya menambahkan fonem /a/ pada kata kanda sehingga menjadi kandaaaaaa. Mungkin penulis ingin mengekspresikan perasaannya melalui bahasa itu sendiri. Dalam KBBI tidak ada kata kandaaaaaa, yang ada kata kanda. Tidak menggunakan dua buah fonem /a/ tetapi hanya satu buah. Penulisan yang benar dan tepat adalah kanda.
Menurut KBBI (2008:616) kanda adalah n kakak.
Perbaikan penulisan pada kalimat di atas adalah kanda.
Tataran Sintaksis
1.      Adanya pengaruh bahasa daerah
Postingan Jum’at, 08 Agustus 2014
Analisis:
            Kata yang digarisbawahi di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran sintaksis kesalahan dalam bidang frasa karena penulisannya terdapat pengaruh bahasa daerah. Situasi kedwibahasaan yang ada di Indonesia menimbulkan pengaruh yang besar dalam pemakaian bahasa. Ada kecenderungan bahasa daerah merupakan B1, sedangkan bahasa Indonesia merupakan B2.  Penulisan kata tak di atas seharusnya tidak.
            Menurut KBBI (2008:1460) tidak adalah adv partikel untuk menyatakan pengingkaran, penolakan, penyangkalan, dsb; tiada: tempat kerjanya -- jauh dr rumahnya; apa yg dikatakannya itu – benar.
Perbaikan penulisan pada kalimat di atas adalah Aku tidak tahu lagi bagaimana mengungkapkan rasa yang tiap hari menggejolak di hati ini.

Blog Bu Ermawati, S. S.Pd., M.A
Tataran Fonologi
1.      Penghilangan fonem /n/ dan penambahan fonem /a/
Postingan Senin, 30 Januari 2012
Analisis:
Kata yang diberi garis bawah pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi penghilangan fonem karena penulisannya menghilangkan fonem /n/ pada kata bosan. Mungkin penulis di sini karena terburu-buru mengetik sehingga meninggalkan satu fonem /n/. Dalam KBBI tidak ada kata bosa, yang ada kata bosan.
Menurut KBBI (2008:208) bosan adalah a sudah tidak suka lagi krn sudah terlalu sering atau banyak; jemu: aku sudah -- dng pidato-pidato itu. Perbaikan penulisan pada kalimat di atas adalah semoga saja Allah tidak bosan dengan permintaan dan keinginanku yang banyaaaaak.
   Selain kesalahan berbahasa tataran fonologi penghilangan fonem, gambar postingan di atas juga termasuk kesalahan bahasa tataran fonologi penambahan fonem karena penulisannya menambahkan fonem /a/ pada kata banyak. Dalam KBBI tidak ditemukan arti kata banyaaaaak, yang ada arti kata banyak. Bukan menggunakan lima buah fonem /a/, tetapi cukup dengan satu buah fonem /a/.
            Menurut KBBI (2008:138) banyak adalah a 1 besar jumlahnya; tidak sedikit: saudagar itu -- uangnya; 2 num jumlah bilangan: berapa orang -- nya?; -- nya lima puluh orang murid; 3 adv cak amat; sangat; lebih-lebih: -- terima kasih.
Perbaikan pada kalimat di atas adalah semoga saja Allah tidak bosan dengan permintaan dan keinginanku yang banyak.

Blog Pak Albert, M.Pd

Tataran Fonologi
1.      Penghilangan Fonem /a/ dan perubahan fonem /i/ menjadi /u/
Postingan Jum’at, 18 Mei 2012
Analisis:
Kata yang diberi garis bawah pada gambar di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi penghilangan fonem karena penulisannya menghilangkan fonem /a/ pada kata harinya dan keberangkatan. Mungkin penulis di sini karena terburu-buru mengetik sehingga meninggalkan satu fonem /a/. Dalam KBBI tidak ada kata hri dan keberngkatan, yang ada kata hari dan keberangkatan.
Menurut KBBI (2008:483) hari adalah n 1 waktu dr pagi sampai pagi lagi (yaitu satu edaran bumi pd sumbunya, 24 jam): seminggu ada tujuh --; 2 waktu selama matahari menerangi tempat kita (dr matahari terbit sampai matahari terbenam): sesudah berlayar satu -- tibalah kami di pulau itu; 3 keadaan (udara, alam, dsb) yg terjadi dl waktu 24 jam: kalau -- mendung, saya tidak datang; -- baru pukul enam petang; 4 waktu selama jam kerja berlangsung: pekerjaan ini diselesaikan dl waktu lima.
Menurut KBBI (2008:175) berangkat adalah v 1 mulai berjalan (pergi, bepergian): kereta akan segera -- , mari kita naik; 2 mulai menjadi (besar, akil balig); beranjak: anak itu sudah – dewasa.
            Selain kesalahan berbahasa tataran fonologi penghilangan fonem, gambar postingan di atas juga termasuk kesalahan bahasa tataran fonologi perubahan fonem karena penulisannya mengubah fonem /i/ menjadi /u/ pada kata kami sehingga menjadi kamu.
Menurut KBBI (2008:614) kamu adalah pron jamak yg diajak bicara; yg disapa (dl ragam akrab atau kasar). Sedangkan menurut KBBI (2008:612) kami adalah pron 1 yg berbicara bersama dng orang lain (tidak termasuk yg diajak berbicara); yg menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca; 2 yg berbicara (digunakan oleh orang besar, msl raja); yg menulis (digunakan oleh penulis). Makna sangat jauh.
Perbaikan penulisan pada kalimat di atas adalah keesokan harinya kamu berkumpul di kampus untuk membicarakan keberangkatan yang tinggal 4 hari lagi.

8.      Analisis Berbahasa pada pidato pemimpin

Judul Pidato    : Pidato Pengunduran Diri Presiden Soeharto
Oleh                : Soeharto

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengukuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas dasar pemahaman saya yang mendalem terhadep aspirasi tersebut, dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi tersebut perlu dilaksanaken secara tertib, damai dan konstitusional demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungen pembangunan nasional, saya telah mengataken rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII.
Namun demikian, kenyataan hingga hari ini menunjukken Komite Reformasi tersebut tidak dapet terwujud karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut. Dalem keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara yang sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapet diwujudkennya Konite Reformasi maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperluken lagi.
Dengan memperhatiken keadaan di atas, saya berpendapet sangat sulit bagi saya untuk dapet menjalanken tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatiken ketentuan Pasal 8 UUD 1945, dan setelah dengan sungguh-sungguh memperhatiken pandangan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dan Pimpinan Fraksi-Fraksi yang ada di dalemnya, saya memutusken untuk menyataken berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacaken Pernyataan ini, pada hari ini, kemis 21 Mei 1998.

Pernyataan saya berhenti dari jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia, saya sampaiken di hadapan Saudara-saudara Pimpinan Dewan Perwakilan rakyat Republik Indonesia yang juga adalah Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat pagi ini pada kesempatan silaturahmi.

Tambahan (ditulis tangan sendiri oleh Pak Soeharto)
Sesuai dengan Pasal 8 UUD-45 maka Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. H. BJ. Habibie yang akan melanjutken sisa waktu jabatan Presiden Mandataris MPR 1998-2003.
Atas bantuan dan dukungan rakyat selama saya memimpin negara dan bangsa Indonesia ini, saya ucapken terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangannya. Semoga Bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 45-nya. 
Mulai ini hari Kabinet Pembangunan ke VII demisioner dan pada para Mentri saya ucapkan trima kasih.
Oleh karena keadaan tidak memungkinken untuk menyelenggaraken pengucapan sumpah di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat, maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalem menyelenggarakan pemerintahan negara, kiranya Saudara Wakil Presiden sekarang juga agar melaksanaken pengucapan sumpah jabatan presiden di Hadapan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Analisis:
            Kesalahan yang paling banyak ditemukan pada pidato pengunduran diri Presiden Soeharto adalah kesalahan tataran fonologi dan tataran sintaksis.

Tataran Fonologi dan Tataran Sintaksis
a.       Perubahan fonem dan pengaruh bahasa daerah
1.      Atas dasar pemahaman saya yang mendalem terhadep aspirasi tersebut
Analisis: Kata yang dimiringkan pada kalimat di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi perubahan fonem karena pengucapannya mengubah /a/ menjadi /ê/ pada kata mendalam sehingga menjadi mendalem. Selain kesalahan fonologi, kata di atas juga termasuk kesalahan sintaksis pengaruh bahasa daerah. Pak Soeharto berasal dari Bantul, Yogyakarta. Dilihat dari naskah pidato di atas terdapatnya pengaruh bahasa Jawa. Dalam KBBI tidak terdapat kata mendalem, yang ada kata mendalam.
Menurut KBBI (2008:289) mendalam adalah meresap (masuk) ke dalam (spt lebih paham, lebih mengerti): pengaruh peradaban Barat telah ~ di kota-kota besar.

2.      Dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi tersebut perlu dilaksanaken secara tertib
Analisis: Kata yang dimiringkan pada kalimat di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi perubahan fonem karena pengucapannya mengubah /a/ menjadi /ê/ pada kata dilaksanakan sehingga menjadi dilaksanaken. Selain kesalahan fonologi, kata di atas juga termasuk kesalahan sintaksis pengaruh bahasa daerah. Pak Soeharto berasal dari Bantul, Yogyakarta. Dilihat dari naskah pidato di atas terdapatnya pengaruh bahasa Jawa. Perbaikan kata di atas adalah dilaksanakan.

3.      saya telah mengataken rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII.
Analisis: Kata yang dimiringkan pada kalimat di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi perubahan fonem karena pengucapannya mengubah /a/ menjadi /ê/ pada kata mengatakan sehingga menjadi mengataken. Selain kesalahan fonologi, kata di atas juga termasuk kesalahan sintaksis pengaruh bahasa daerah. Pak Soeharto berasal dari Bantul, Yogyakarta. Dilihat dari naskah pidato di atas terdapatnya pengaruh bahasa Jawa. Perbaikan kata di atas adalah mengatakan.
            Menurut KBBI (2008:634) mengatakan adalah v 1 menyebutkan; menuturkan: dia tidak ~ begitu; 2 menceritakan; memberitahukan: jangan ~ kpd Ibu bahwa saya tidak pergi ke sekolah.

4.      Namun demikian, kenyataan hingga hari ini menunjukken Komite Reformasi tersebut tidak dapet terwujud karena tidak adanya tanggapan
Analisis: Kata yang dimiringkan pada kalimat di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi perubahan fonem karena pengucapannya mengubah /a/ menjadi /ê/ pada kata menunjukkan sehingga menjadi menunjukken. Selain kesalahan fonologi, kata di atas juga termasuk kesalahan sintaksis pengaruh bahasa daerah. Pak Soeharto berasal dari Bantul, Yogyakarta. Dilihat dari naskah pidato di atas terdapatnya pengaruh bahasa Jawa. Perbaikan kata di atas adalah menunjukkan.
            Menurut KBBI (2008:1506) adalah 1 memperlihatkan; menyatakan; menerangkan (dng bukti dsb); menandakan (bahwa ...): ~ kekuasaannya; 2 memberi tahu (tt sesuatu): mudah-mudahan Tuhan ~ jalan yg benar.

5.      maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperluken lagi.
Analisis: Kata yang dimiringkan pada kalimat di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi perubahan fonem karena pengucapannya mengubah /a/ menjadi /ê/ pada kata diperlukan sehingga menjadi diperluken. Selain kesalahan fonologi, kata di atas juga termasuk kesalahan sintaksis pengaruh bahasa daerah. Pak Soeharto berasal dari Bantul, Yogyakarta. Dilihat dari naskah pidato di atas terdapatnya pengaruh bahasa Jawa. Perbaikan kata di atas adalah diperlukan.

6.      Terhitung sejak saya bacaken Pernyataan ini
Kata yang dimiringkan pada kalimat di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi perubahan fonem karena pengucapannya mengubah /a/ menjadi /ê/ pada kata bacakan sehingga menjadi bacaken. Selain kesalahan fonologi, kata di atas juga termasuk kesalahan sintaksis pengaruh bahasa daerah. Pak Soeharto berasal dari Bantul, Yogyakarta. Dilihat dari naskah pidato di atas terdapatnya pengaruh bahasa Jawa. Perbaikan kata di atas adalah diperlukan.

Tataran Morfologi
1.      Terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini
Kata yang dimiringkan pada kalimat di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran morfologi penyingkatan morf mem- karena penulisannya menyingkat morf  -mem. Mungkin karena pengaruh bahasa daerah sehingga pengguna sering menyingkat morf. Perbaikan kalimat di atas adalah Terhitung sejak saya membacakan pernyataan ini.
Menurut KBBI (2008:109) membacakan adalah v 1 membaca nyaring (melisankan tulisan) untuk orang lain: ia telah - surat itu untuk ibunya; 2 mengucapkan (tt doa, mantra, dsb): siapa yg - doa dl perhelatan nanti.

Judul Pidato    : Pidato Hari Pancasila 2011
Oleh                : Susilo Bambang Yudhoyono

Tataran Fonologi
a.       Perubahan Fonem
1.      Fonem /i/ dilafalkan menjadi /e/ pada kata Estana
Analisis:
Kata pada pidato SBY di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi perubahan fonem vokal karena pengucapannya mengubah fonem /i/ pada kata istana sehingga menjadi estana. Dalam KBBI tidak ada kata estana, yang ada kata istana. Tidak menggunakan lafal fonem /e/ tetapi menggunakan lafal fonem /i/. Pengucapan yang benar dan tepat dalah sedap.
            Menurut KBBI (2008:551) istana adalah n rumah kediaman resmi raja (kepala negara, pre-siden) dan keluarganya.

Tataran Morfologi
a.      Penghilangan Prefiks meng-
1.      Ubah
Analisis:
Kata pada pidato SBY di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran morfologi. Dalam bahasa kita memang ada istilah “ekonomi bahasa”, artinya kita harus menggunakan bahasa sehemat mungkin, namun penghematan ini jangan sampai merusak kaidah bahasa. Pengucapan yang benar tepat adalah mengubah.

Tataran Sintaksis
a.      Pengaruh Bahasa Daerah
1.      Tuhan yang maha esa
Kata pada pidato SBY di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran sintaksis adanya pengaruh bahasa daerah karena pengucapan kata esa menggunakan fonem /ê/ (e lemah). Situasi kedwibahasaan yang ada di Indonesia menimbulkan pengaruh yang besar dalam pemakaian bahasa. Ada kecendrungan bahasa daerah merupakan BI, sedangkan bahasa Indonesia merupakan B2. Mungkin ini karena pengaruh bahasa Jawa.  Pengucapan yang benar dan tepat adalah Esa, dengan menggunakan lafal /é/ (e keras) .
            Menurut KBBI (2008:381) esa adalah num tunggal; satu;-- hilang, dua terbilang, pb berusaha terus dng keras hati hingga maksud tercapai; berbilang dr -- , mengaji dr alif, pb melakukan sesuatu hendaknya dr permulaan.
2.      Berterimakasih setinggi-tingginya
Kata pada pidato SBY di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran sintaksis karena menggunakan kata setinggi-tingginya. Pengucapan yang benar adalah berterimakasih.
9.      Analisis Kesalahan Berbahasa pada kain rentang dan papan nama

1.      Unsur Serapan (Villa Kartama Mas)
Penulisan nama toko di atas termasuk dalam kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD) kesalahan penulisan unsur serapan karena penulisan kata vila menggunakan dua buah fonem /l/ menjadi villa. kata villa berasal dari bahasa Inggris tetapi sudah disesuaikan dengan bahasa Indonesia menjadi vila. Tidak menggunakan dua buah fonem /l/. Penulisan papan nama di atas di seharusnya Perumahan Vila Kartama Mas.

2.      Penulisan Unsur Serapan (Apotik)
 

Penulisan nama toko di atas termasuk dalam kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD) kesalahan penulisan unsur serapan karena penulisan kata apotek menjadi apotik. kata  apotek sudah disesuaikan dengan bahasa Indonesia menjadi apotek. Kata asing penyerapan bakunya adalah apotek. Sedangkan apotik adalah kata asing penyerapan yang tidak baku. Penulisan di atas seharusnya Apotek.
Dalam KBBI (2008:82) apotek adalah n toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis; rumah obat.

3.      Menggunakan Istilah Asing (Shoes)

Penulisan nama toko di atas termasuk dalam kesalahan tataran sintaksis karena penulisannya menggunakan istilah asing. Padahal sebenarnya kita tidak boleh mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Dalam bahasa Indonesia, kata shoes digantikan dengan kata sepatu. Selain itu, penulisan nama toko tersebut tidak menggunakan hukum D-M (Diterangkan-Menerangkan). Dalam aturan penulisan papan nama, boleh menggunakan bahasa Inggris tetapi bahasa Inggris itu diletakkan di bawah bahasa Indonesia dan ukuran hurufnya harus lebih kecil dari bahasa Indonesia. Contoh:
Toko Sepatu Idaman
Shoes Idaman
Perbaikan penulisan nama toko di atas adalah Toko Sepatu Idaman.

4.      Preposisi (Di Jual)

Penulisan pada kain rentang di atas termasuk dalam kesalahan kaidah EYD karena kata dijual bukan kata depan/preposisi melainkan di pada kata di atas adalah afiks/imbuhan sehingga penulisannya harus digabung. Untuk penulisan yang benar adalah Dijual.

1.      Analisis Berbahasa pada ceramah agama

Judul Ceramah: Romantisme Rumah Tangga Rasullah
Ustad: Abdullah Zain, MA
            Teks Ceramah :
            Nabi Muhammad adalah sosok manusia yang sangat sempurna. Di medan perang beliau akan menjelma sebagai seorang panglima pemberani yang bisa mengatur siasat dengan sebaik-baiknya. Ketika beliau masuk di mesjid, beliau akan menjadi seorang imam dengan suara yang merdu dan bacaan yang membuat orang yang mendengarnya terharu, khusyuk, dan tidak pernah memberatkan ma’mumnya. Ketika beliau berada disekeliling rakyatnya, maka beliau akan menjadi pemimpin sekaligus temen. Karena ada pemimpin yang ketika terjun ke masyarakat dia tetep merasa dirinya sebagai orang paling tinggi. Sehingga salamanpun pikir-pikir. Nabi merupakan contoh segala jenis kegiatan. Di dalam alqur’ann:
            Allah berfirman:
            Telah ada di dalam diri nabi uswah hasanah (QS. Al Ahzab:21)
Allah tidak mengatakan nabi contoh yang baik saat menjadi pemimpin tok. Allah juga tidak mengatakan nabi contoh yang baik saat menjadi suami tok. Akan tetapi Allah mengatakan nabi adalah contoh yang baik di segala sesuatu. Adapun yang akan kita kupas pada kesempatan kali ini adalah bagaimana menjadi pasangan yang baik. Yang saya katakan pasangan adalah bapak bapak-bapak dan ibu-ibu, suami dan istri. Saya tanya sama yang usia pernikahannya 20 tahun. “Pernah bosen ndak?” oh sering. Kenapa bosan manusia dalam rumah tangga? Karena kita termasuk sosok yang tidak sempurna. Cara nabi mengatasi kejenuhan dalam rumah tangga inilah yang akan kita bahas. Ada 3 pembahasan pokok tentang romantisme.
1.      Romantisme Verbal (Ucapan)
2.      Romantisme Fisik (memeluk)
3.      Romantisme Ketika Konflik (Romantisme ketika romantis)

TATARAN FONOLOGI
a.       Perubahan Fonem
1.      Ketika beliau berada disekeliling rakyatnya maka beliau akan menjadi pemimpin sekaligus temen.
Analisis:
Kata yang dicetak miring pada kalimat di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi perubahan fonem karena pengucapannya mengubah /a/ menjadi /ê/ pada kata teman sehingga menjadi temen.
Menurut KBBI (2008:1429) teman adalah n 1 kawan; sahabat: hanya -- dekat yg akan kuundang; 2 orang yg bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap): -- seperjalanan; ia -- ku bekerja; 3 yg menjadi pelengkap (pasangan) atau yg dipakai (dimakan dsb) bersama-sama: ada jenis lumut yg biasa dimakan untuk -- nasi; pisang rebus enak untuk -- minum kopi;
Perbaikan penulisan pada kalimat di atas adalah ketika beliau berada disekeliling rakyatnya maka beliau akan menjadi pemimpin sekaligus teman.

2.      Karena ada pemimpin yang ketika terjun ke masyarakat dia tetep merasa dirinya sebagai orang paling tinggi.
Analisis: Kata yang dicetak miring pada kalimat di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran fonologi perubahan fonem karena pengucapannya mengubah /a/ menjadi /ê/ pada kata teman sehingga menjadi tetap.
Menurut KBBI (2008:1457) tetap adalah v selalu berada (tinggal, berdiri, dsb) di tempatnya: orang tuanya -- tinggal di dusun; 2 a tidak berubah (keadaannya, kedudukannya, dsb): kalimat itu terbentuk menurut pola-pola -- dan tertentu.
Perbaikan penulisan pada kalimat di atas adalah Karena ada pemimpin yang ketika terjun ke masyarakat dia tetap merasa dirinya sebagai orang paling tinggi.

TATARAN SINTAKSIS
a.      Penggunaan preposisi yang tidak tepat
1.      Beliau masuk di mesjid
Analisis: Kata yang dicetak miring pada kalimat di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran morfologi penggunaan preposisi yang tidak tepat. Perbaikan kalimat di atas adalah Beliau masuk ke mesjid.

b.      Adanya pengaruh bahasa daerah
1.      Allah tidak mengatakan nabi contoh yang baik saat menjadi pemimpin tok.
Analisis: Kata yang dicetak miring di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran sintaksis kesalahan dalam bidang frasa karena penulisannya terdapat pengaruh bahasa daerah kata tok. Situasi kedwibahasaan yang ada di Indonesia menimbulkan pengaruh yang besar dalam pemakaian bahasa. Ada kecenderungan bahasa daerah merupakan B1, sedangkan bahasa Indonesia merupakan B2.  Penulisan kata tak di atas seharusnya tidak. Perbaikan kalimat di atas adalah Allah tidak mengatakan nabi contoh yang baik saat menjadi pemimpin saja.

2.      Pernah bosen ndak?
Analisis: Kata yang dicetak miring di atas termasuk dalam kesalahan berbahasa tataran sintaksis kesalahan dalam bidang frasa karena penulisannya terdapat pengaruh bahasa daerah kata ndak. Situasi kedwibahasaan yang ada di Indonesia menimbulkan pengaruh yang besar dalam pemakaian bahasa. Ada kecenderungan bahasa daerah merupakan B1, sedangkan bahasa Indonesia merupakan B2.  Penulisan kata tak di atas seharusnya tidak. Perbaikan kalimat di atas adalah Pernah bosen tidak?

Blogger saya: http://coretan-ekaa.blogspot.com

Tidak ada komentar:

To Top Page Up Page Down To Bottom Auto Scroll Stop Scroll