thanks for visiting,come back soon for more:)

Kamis, 01 Mei 2014

MORFOLOGI LANJUT



ISI
2.1 VERBA
          Verba terdiri dari segi perilaku semantisnya dan verba dari segi perilaku sintaksisnya.

VERBA DARI SEGI PERILAKU SEMANTISNYA
a.   Perbuatan
1.   Simbok turu ket mau (Ibu tidur dari tadi)
2.   Susi moco cerito sangkuriang (Susi baca cerita sangkuriang)

3.   Rahma urung mangan ket wingi (Rahma belum makan dari kemarin)
4.   Febi jek ngombe neng pawon (Febi masih minum di dapur)
5.   Maya adus kembang jemuah kliwon (Maya mandi bunga jum’at kliwon)
6.   Dita nembang neng pendopo deso (Dita nyanyi di pendopo desa)
7.   Eka tuku montor anyar wingi (Eka beli honda baru kemarin)
8.   Rio nyolong kelambi neng mal (Rio mencuri baju di mal)
9.   Susi sinau karo Febi neng kamar (Susi belajar sam Febi di kamar)
10.           Wong tuone Agus arep mangkat haji taon iki (Orang tuanya agus mau berangkat haji tahun ini)

b.   Proses
1.   Banyune neng sawah wes arep sat (Airnya di sawah udah mau habis)
2.   Parine saiki wes arep abang (Padinya sekarang udah mau kuning)
3.   Febi nyelot sui awak’e nyelot cilek (Febi makin lama badannya makin kecil)
4.   Wet kelopo neng sampeng omahku nyelot sui nyelot duwur (Pohon kelapa di samping rumahku makin lama makin tinggi)
5.   Omah Febi kobong goro-goro kulo sedoyo dolanan geni (Rumah Febi kebakar gara-gara kami mainan api)
6.   Anis tibo seko wet jambu (Anis jatuh dari pohon jambu)
7.   Simbah kakung mojokne mejo neng dindeng (Mbah kakung mepetkan meja didinding)
8.   Wet karet kui arep matek (Pohon karet itu mau mati)
9.   Rima wes sue loro akhire pejah (Rim udah lama sakit akhirnya meninggal)
10.           Soyo akeh nabung soyo koyo (Semakin banyak nabung senakin kaya)

c.    Keadaan
1.   Anissa wes kerungu kabar seng ngelarai ati kui (Anissa udah dengar kabar yang menyakitkan hati itu)
2.   Rani ndlok tabrakan loro montor kui (Rani lihat tabrakan dua sepeda motor itu)
3.   Kulo loro ati karo sampean (Saya sakit hati sama kamu)
4.   Kulo ngeleh urung mangan (Saya lapar belum makan)
5.   Rara kesasar neng alas wingi (Rara tersesat di hutan kemarin)
6.   Kulo seneng nek entok kelambi (Saya senang kalau dapat baju)
7.   Kulo wedi karo uler (Saya takut sama ular)
8.   Kulo teresno karo sampean (Saya cinta sama kamu)
9.   Ratna sengit karo Ardi (Ratna benci sama Ardi)
10.           Mbah kakung jek loro (Mbah kakung masih sakit)
Alasan:
1.   Dikatakan verba perbuatan karena mengandung makna perbuatan (aksi) atau melakukan sesuatu.
2.   Dikatakan verba proses karena mengalami perubahan.
3.   Dikatakan verba keadaan karena mengandung keadaan tertentu.

VERBA DARI SEGI PERILAKU SINTAKSISNYA
a.   Verba Transitif
1.   Kami sedang menggunting kertas
Kata menggunting dalam kalimat di atas adalah verba transitif. Kata menggunting memerlukan nomina sebagai objeknya, yaitu kertas. Kata kertas dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif.
2.   Mereka menonton film
Kata menonton dalam kalimat di atas adalah verba transitif. Kata menonton memerlukan nomina sebagai objeknya, yaitu film. Kata film dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif.
3.   Saya sedang memakan pizza
Kata memakang dalam kalimat di atas adalah verba transitif. Kata memakan memerlukan nomina sebagai objeknya, yaitu pizza. Kata pizza dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif.
4.   Kami mencintai buku
Kata mencintai dalam kalimat di atas adalah verba transitif. Kata mencintai memerlukan nomina sebagai objeknya, yaitu buku. Kata buku dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif.
5.   Ibu sedang menggoreng ikan
Kata menggoreng dalam kalimat di atas adalah verba transitif. Kata menggoreng memerlukan nomina sebagai objeknya, yaitu ikan. Kata ikan dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif.

b.   Verba Tak Transitif
1.   Ardi menyerupai abangnya
Verba menyerupai adalah verba tak transitif karena tidak dapat diikuti nomina.
2.   Ayah bekerja di PT. CVRON
Verba bekerja diikuti PT. CVRON yaitu kata keterangan tempat (pelengkap).
3.   Maaf, Pak, Ibu sedang mandi
Verba mandi adalah verba tak transitif karena tidak dapat diikuti nomina.
4.   Pak tani bertanam tomat
Verba bertanam adalah verba tak transitif karena tidak dapat diikuti nomina.
5.   Bu, ayo kita tidur
Verba tidur adalah verba tak transitif karena tidak dapat diikuti nomina.

2.2 ADJEKTIVA
          Adjektiva terdiri dari segi perilaku semantisnya, dari segi perilaku sintaksisnya, dan adjektiva dari segi bentuknya.

ADJEKTIVA DARI SEGI PERILAKU SEMANTISNYA
A.  ADJEKTIVA BERTARAF
1)   Adjektiva Pemeri Sifat
1.   Tubue Febi kebal seko penyaket (Tubuhnya Febi kebal dari penyakit)
2.   Maya ngeroso awak’e loro ( Maya ngerasa tubuhnya sakit)
3.   Susi wonge latah ( Susi orangnya latah)
Alasan: Kalimat di atas mengandung adjektiva pemeri sifat karena bercorak fisik/mental.
2)   Adjektiva Ukuran
1.   Maya awak’e cilek (Maya badannya kecil)
2.   Febi awak’e abot seko Maya (Febi badannya berat dari Maya)
3.   Lapangan neng cedak omae Ningsih ombo (Lapangan di dekat rumah Ningsih luas)
Alasan: Kalimat di atas mengadung adjektiva ukuran karena mengacu ke sesuatu yang dapat diukur.
3)   Adjektiva Warna
1.   Maya seneng worno abang (Maya senang warna merah)
2.   Susi jipuk kelambi worno ijo (Susi ngambil baju warna hijau)
3.   Febi seneng kelambi ireng (Febi senang baju hitam)
Alasan: Kalimat di atas mengadung adjektiva warna karena mengacu pada warna.
4)   Adjektiva Waktu
1.   Maya mlayu cepet (Maya lari cepat)
2.   Rina sue nek kerjo (Rina lama kalau kerja)
3.   Maya jarang sinau (Maya jarang belajar)
Alasan: Kalimat di atas mengadung adjektiva waktu karena mengacu ke masa proses, perbuatan, atau keadaan.
5)   Adjektiva Jarak
1.   Omae Susi adoh seko omae Eka (Rumah Susi jauh dari rumahnya Eka)
2.   Omae Febi cerak karo omae Maya (Rumahnya Febi dekat dari rumahnya Maya)
3.   Mol iku rapet karo gedung nang sampinge (Mol itu rapat sama gedung di sampingnya)
Alasan: Kalimat di atas mengandung adjektiva jarak karena mengacu ke ruang antara benda, tempat, atau maujud.
6)   Adjektiva Sikap Batin
1.   Maya sengit lek diapusi (Maya benci kalau dibohongi)
2.   Susi wedi nek tinggal neng omah dewe (Susi takut kalau tinggal di rumah sendiri)
3.   Maya loro ati (Maya sakit hati)
Alasan: Kalimat di atas mengadung adjektiva sikap batin karena bertalian dengan suasana hati.
7)   Adjektiva Cerapan
1.   Omae Maya peteng (Rumahnya Maya gelap)
2.   Kebaya seng dientasi maya wangi (Kebaya yang diangkati Maya wangi)
3.   Batang neng sampeng omah mambu (Bangkai di samping rumah bau)
Alasan: Kalimat di atas mengadung adjektiva cerapan karena bertalian dengan panca indera.

B.   ADJEKTIVA TAK BERTARAF
1.   Topi iku bunder (Topi itu bundar)
2.   Sendok iku bengkok (Sendok itu bengkok)
3.   Bola iku bulet (Bola itu bulet)
Alasan: Kalimat di atas mengandung adjektiva tidak bertaraf karena menempatkan acuan nomina di dalam kelompok.

ADJEKTIVA DARI SEGI PERILAKU SINTAKSISNYA
1)   Fungsi Atributif
1.   Kelambi abang (Baju merah)
2.   Katok ireng seng cetek (Celana hitam yang pendek)
3.   Montor tuek seng larang (Honda tua yang mahal)
Alasan: kalimat di atas mengandung fungsi atributif karena nominanya menjadi subjek, objek, pelengkap.
2)   Fungsi Predikatif
1.   Ayu seneng nek munggah kelas (Ayu senang kalau naik kelas)
2.   Kulo dianggep pinter (Saya dianggap pintar)
3.   Omahe Ratna jan apik tenan (Rumahnya Ratna sungguh bagus sekali)
Alasan: kalimat di atas mengandung fungsi predikatif karena menjalankan fungsi predikat atau pelengkap dalam klausa.
3)   Fungsi Keterangan
1.   (mlayu) karo cepet (lari) dengan cepat)
2.   (lungo) karo cepet (pergi) dengan cepat)
3.   (kerjo) karo bener (kerja) dengan benar)
Alasan: kalimat di atas mengandung fungsi keterangan karena frasa adjektiva menjadi keterangan seluruh kalimat.

ADJEKTIVA DARI SEGI BENTUKNYA
1)   Adjektiva Dasar
1.   Awak’e gedi (Badannya besar)
2.   Katok’e abang (Celananya merah)
3.   Kelambine puteh (Bajunya putih)
4.   Topine bunder (Topinya bundar)
5.   Oma’e apek (Rumahnya bagus)
Alasan: Kalimat di atas mengandung adjektiva dasar karena bentuknya monomorfemis.
2)   Adjektiva Turunan
1. Nomina
1.   Febi gemeter urung mangan (Febi gemetar belum makan)
2.   Vampir uripe abadi (Vampir hidupnya abadi)
3.   Turu sifat alamiah menungso (Tidur sifat alamiah manusia)
4.   Rambute artis kui kemilau (Rambutnay artis itu bersinar)
5.   Ojo seng dipiker duniawi ae (Jangan yang dipikirkan duniawi aja)
2. Adjektiva itu sendiri
1. Wengi iki temaram purnomo (Malam ini temaram purnama)
2. Mambu kembang kantil semerbak neng pesarean (Bau bungan kantil semerbak dikuburan)
3. Gemerlape kuto Jogja nek wengi (Gemerlapnya kota Jogja kalau malam)
4. Jan gemilape kelambi seng dienggo Eka (Sungguh terangnya baju yang dipakai Eka)
5. Gemilange kerojoan Majapahit ndisek (Gemilangnya kerajaan Majapahit dulu)
3. Verba
1. Awak’e uwong bertumboh secoro sinambung (Badannya orang bertumbuh secara sinambung)
Alasan: Kalimat di atas mengandung adjektiva turunan karena bentuknya polimorfemis.

2.3 ADVERBIA

adverbia terdiri dari segi bentuknya, dari segi perilaku sintaksisnya, dan adverbia dari segi perilaku semantisnya.

ADVERBIA DARI SEGI BENTUKNYA
1.   Adverbia Tunggal
a)   Adverbia Dasar
1.   Menungso seng durhoko karo wongtuone niscohyo mlebu neroko (Manusia yang durhaka sama orang tuanya niscahya masuk neraka)
2.   Susi hamper tibo numpak pit (Susi hampir jatuh naik sepeda)
3.   Maya seng paleng ayu (Maya yang paling cantik)
b)  Adverbial Berafiks
1.   Nek kerungu tembang kui biosone Febi nanges (Kalau dengar lagu itu biasanya Febi nangis)
2.   Semestine kito seng ijeh urip ngelaksanake opo seng dikarepe simbok (Semestinya kita yang masih hidup neleksanakan apa yang dimau Ibu)
3.   Dimas mestine ojo dumeh (Dimas seharusnya jangan sombong)
c)    Adverbia Kata Ulang
1.   Lia meneng-meneng tresno karo Rian (Lia diam-diam cinta sama Rian)
2.   Rio melakune alon-alon koyo mbah kakung (Rio jalannya pelan-pelan seperti mbah kakung)
3.   Mia mbengi-mbengi mangan mie (Mia malam-malam makan mie)

2.   Adverbia Gabungan
a)   Adverbia yang Berdampingan
1.   Ratna sereng tenan tuku kelambi (Ratna serinh sekali beli baju)
2.   Siska urung pernah nang oma’e Febi (Siska belum pernah ke rumahnya Febi)
3.   Riska mumet mikire utange urung meneh dek’e arep bayen (Riska pusing mikirin utangnya belum lagi dia mau melahirkan)
b)  Adverbia yang Tidak Berdampingan
1.   Ratna hanya guang-guang wektu ae (Ratna hanya buang-buang waktu aja)
2.   Urung mangan ae, sampean wes kiat (Belum makan aja, kamu udah kuat)
3.   Rina urung mangan nembe sinau (Rina belum makan lagi belajar)

ADVERBIA DARI SEGI PRILAKU SINTAKSIS
1.   Adverbia yang mendahului kata yang diterangkan
1.   Dila luweh duwur seko adik’e (Dila lebih tinggi dari adiknya)
2.   Dina luweh ayu seko Lala (Dina lebih tinggi dari Lala)
3.   Lisa luweh pinter seko Ardi (Lisa lebih pintar dari Ardi)
2.   Adverbial yang mengikuti kata yang diterangkan
1.   Ningsih leyeh-leyeh ae neng pendopo (Ningsih santai-santai aja di pendopo)
2.   Guanteng tenan putrane Pak Marsudi (Ganteng sekali putranya pak Marsudi)
3.   Elek tenan uwonge (Jelek sekali orangnya)
3.   Adverbia yang mendahului atau mengikuti kata yang diterangkan
1. larang tenan regone Blackberry (Mahal sekali harga Blackberry)
2. Saiki rego elektronik amat larang (Sekarang harganya elektronik sangat mahal)
3. Diah segero lungo seko omae (Diah segera pergi dari rumah)
4. Adverbia yang mendahului dan mengikuti kata yang diterangkan
1. Kulo yakin udu dek’e ae seng pinter (Saya yakin bukan dia aja yang pintar)
2. senyumane jan manis tenan (Senyumannya sungguh manis sekali)
3. Sampean honyo nerimo ae seng di omongi (Kamu hanya nerima aja yang dibicarakan)

ADVERBIA DARI SEGI PRILAKU SEMANTISNYA
1.   Adverbia Kualitatif
1. Kulo paleng seneng masakane omah ( Saya paling senang masaknya rumah)
2. Eka paleng seneng mlaku-mlaku neng Korea (Eka paling senang kalau jalan-jalan ke Korea)
3. Ujiane luweh angel seko dugaanku (Ujiannya lebih susah dari dugaanku)
2.   Adverbia Kuantitatif
1.   Lukane akeh ngeluarke darah (Lukanya banyak ngeluarkan darah)
2.   Wajae Febi sitik memar (Wajahnya Febi sedikit memar)
3.   Nek Maya kiro-kiro nesu, kami lungo (Kalau Maya kira-kira marah, kami pergi)
3.   Adverbia Limitatif
1.   Sinta neng omah ae nek liburan (Sinta di rumah aja kalau liburan)
2.   Kami mek mangan telo ae (Kamik hanya makan ubi aja)
3.   Tuku kelambi ae neng mol (Beli baju aja di mol)
4.   Adverbia Frekuantatif
1.   Eka sereng dolanan neng omah Widya (Eka sering mainan di rumah Widya)
2.   Kami selalu tuku kelambi bareng (Kami selalu beli baju bersama)
3.   Rina sereng sinau karo Sari (Rina sering belajar sama Sari)
5.   Adverbia Kewaktuan
1.   Rina segero tuku omah (Rina segera beli rumah)
2.   Ratna baru tangi turu (Ratna baru bangun tidur)
3.   Ardi baru entok kerjo (Ardi baru dapat kerja)
6.   Adverbia Kecaraan
1.   Ratna meneng-meneng tresno karo Ari (Ratna diam-diam cinta sama Ari)
2.   Alon-alon Shinta sinau aksoro jowo (honocoroko) (Pelan-pelan Shinta belajar aksara jawa)
3.   Ratna secepete lungo neng peken (Ratna secepatnya pergi ke pasar)
7.   Adverbia Kontrastif
1.   Sopo seng ngomong dek’e apik, justru dek’e seng nyelakai kulo (Siapa yang bilang dia baik, justru dia yang nyelakai kulo)
2.   Kulo ora dikei ongkos muleh karo dek’e, malahan dek’e arep nyileh duet (Saya tidak dikasih pulang sama dia, malahan dia mau meminjam uang saya)
3.   Kulo ora pernah neng omae, bahkan nganti saiki kulo urung ngerti alamat omae (Saya nggak pernah di rumah, bahkan sampai sekarang saya belum pernah tau alamat rumahnya)
8.   Adverbia Keniscahyaan
1.   Kulo pasti nemokne sampean (Saya pasti nemukan kamu)
2.   Ratna tentu nesu nek diapusi (Ratna tentu marah kalau dibohongi)
3.   Risma niscohyo mlebu surgo korno atine apik (Risma niscahya masuk surge karna hatinya bagus)

2.4 PRONOMINA
          Ada tiga macam pronomina dalam bahasa Indonesia, yakni (1) pronomina persona, (2) pronomina penunjuk, (3) Pronomina penanya.
1)   Pronomina persona
a.   Persona pertama
1.   Kulo tiang Jawi (Saya orang Jawa)
2.   Kulo nembe dahar ngangge ayam (Saya sudah makan pakai ayam)
3.   Kulo bade teng peken dinten setu bendang (Saya pergi ke pasar hari sabtu besok)

b.   Persona kedua
1.   Jenengan sinten nggih? (Kamu siapa ya?)
2.   Sugeng enjing… Sampean pripun kabare? (Selamat pagi… Kamu apa kabar)
3.   Kue loro opo? (Kamu sakit apa?)
c.    Persona ketiga
1.   Tari sifate nggah sae. De’e Boten nate ngalarini atine tiang (Tari sifatnya baik. Dia tidak pernah nyakitin hatinya orang)
2.   De’e nggeh seneng nesu (Dia suka marah)
3.   De’e ndue adi seng ayu (Dia punya adek yang cantik)
2)   Pronomina penunjuk
a.   Pronominal penunjuk umum
1.   Griyo nipun kok ageng nggih (Rumah itu besar ya)
2.   Mesjid te niku sae nggih (Mesjidnya itu bagus)
3.   Iki rayi kulo. Kiyambak’e ayu nggih? (Ini adik saya. Cantikkan?)
b.   Pronominal penunjuk tempat
1.   De’e neng kono (Dia di sana)
2.   Sopo seng arep lungo rono? (Siapa yang mau pergi ke sana?)
3.   Ojo lungo! Neng kono eneng wong edan mau (Jangan pergi! Di sana ada orang gila)
3)   Pronomina penanya
1.   Sopo seng teko mau esuk nduk? (Siapa yang datang tadi pagi nak?)
2.   Wonton pundi pesarean nipun? (Di mana letak kuburannya?)
3.   Dinten opo le boten enten? (Hari apa meninggalnya?)

2.5 NUMERALIA
          Ada empat macam numeralia dalam bahasa Indonesia, yakni (1) numeralia pokok, (2) numeralia tingkat, (3) numaralia pecahan, (4) frasa numeralia.
1)   Numeralia pokok
a.   Numeralia pokok tentu
1.   Neng omah kulo eneng satos kuceng (Di rumah saya ada seratus ekor kucing)
2.   Anak kulo meng siji (Anak saya hanya satu)
3.   Kulo ndue loro katok cetek (Saya punya dua celana pendek)
b.   Numeralia pokok kolektif
1.   Telu telo (Tiga ubi)
2.   Siji wedok (Seorang perempuan)
3.   Loro kambel (Dua kelapa)
c.    Numeralia pokok distributif
1.   Siji-siji (satu-satu)
2.   Loro-loro (dua-dua)
3.   Telu-telu (tiga-tiga)
d.   Numeralia pokok taktentu
1.   Akeh uwong (banyak orang)
2.   Sitik ngombe (sedikit minum)
3.   Kabeh uwong (semua orang)
e.   Numeralia pokok klitika
1.   Panca jenenge ankak kulo, de’e anakku seng ke limo (Panca namanya anak saya, dia anakku yang ke lima)
2.   Eka kui jenenge anak kulo, de’e anakku seng barep (Eka itu namanya anak saya , dia anakku yang pertama)
3.   Catur kui jenenge anak kulo, de’e anakku seng kepapat (Catur itu namanya anak saya, dia anakku yang ke empat)
f.      Numeralia pokok ukuran
1.   Menawi tindak toko, nggeh tumbah kaleh lusin pireng (Kalau ke toko belilah dua lusin piring)
2.   Pinten regine minyak per sedosoliter? (Berapa harga minyak itu per sepuluh liter?)
3.   Wonton mengopo panjenengan tumbah emas limang gram? (Mengapa anda membeli emas hanya lima gram?)
2)   Numeralia tingkat
1.   Kulo anak barep (saya anak pertama)
2.   Kulo ndue setunggal bocah (saya punya satu orang anak)
3.   Kulo anak ragil (saya anak bungau)
3)   Numeralia pecahan
1.   Kulo tumbas minyak seperapat (Saya membeli minyak 1/4)
2.   Adi kulo ngesokke minyak telu perlimo (Adik kulo numpahkan minyak 3/5)
3.   Kulo entok bagian uwos (Saya dapat jatah beras)
4)   Frasa numeralia
1.   Tigo (griyo) (tiga (rumah))
2.   Seket (kebo) (limapuluh (kerbau))
3.   Limo uwong (dodolan) (lima orang (jualan))

2.6 PREFIKS, SUFIKS, INFIKS, dan KONFIKS
1. Prefiks
1. m + buwang = mbuwang
Ojo seneng mbuwang panganan, ora apik (Jangan suka buang makanan, nggak bagus)
4.   ng + gawa = nggawa
 Sri mbali nggawa bojo (Sri pulang membawa suami)
5.   ny + sapu = nyapu
nek nyapu seng resek ngko bojone brewoken (Kalau sapu yang bersih nanti suaminya brewok’an)
2. Sufiks
1. Gawe + -na →        gawèkna ‘buatkan’
Adhimu kaé gawekna bubur, mumpung wis gelem mangan (Adekmu buatkan bubur, mumoung udah mau makan)
2. Ombe + -na →        ombèkna ‘minumkan’
Obate iki ombèkna sedina ping telu (Obat ini minumkan sehari 3 kali)
3. Bali + -na →        balèkna ‘kembalikan’
Balèkna barang-barang kuwi néng panggone (Kembalikan barang-barang itu di tempatnya)
3. Infiks
1. sebar + -um- = sumebar
Neng omahku semebar mambu kembang (Di rumahku wangi bunga)
2. sewer + -el- = sliwer
Montor-motor podo seliwer neng dalan (honda-honda pada lalu lalang di jalan)
3. kelip + -er- = krelip
Ibu ngegowo krelip ngangge anak-anak’e (Ibu membawa pernak-pernik untuk anak-anaknya)
4. Konfiks
1. ke + lemu + en = kelemon ‘kegemukan’
          Lisa awak’e kelemon (Lisa badannya kegemukan)
          2. Ke + abang + en = keabangen ‘kemerahan’
          Worno omae Ana keabangan (Warna rumahnya Ana kemerahan)
          3. ke + seneng + an = kasenengan ‘kesenangan’
Adi kulo kesenengan nek mlaku-mlaku neng malioboro (Adik saya kesenangan kalau jalan-jalan di malioboro)

2.7 RINCIAN BIAYA KULIAH
RINCIAN BIAYA KULIAH
SEMESTER 1-4
Semester
Rincian
Biaya
I
1. Uang Formulir Pendaftaran
2. Uang Pangkal
3. SPP
4. SKS
5. Uang Buku
6. Uang Saku
7. Uang Makan
8. Uang Transportasi
9. Uang Pulsa dan Modem
Rp250.000
Rp4.200.000
Rp1.100.000
Rp1.584.000
Rp350.000
Rp1.800.000
Rp2.228.000
Rp1.116.000
Rp600.000
Jumlah
Rp13.228.000
II
1. SPP
2. SKS
3. Uang Buku
4. Uang Saku
6. Uang Makan
7. Uang Transportasi
8. Uang Pulsa dan Modem
Rp1.100.000
Rp1.518.000
Rp200.000
Rp1.800.000
Rp2.228.000
Rp1.116.000
Rp600.000
Jumlah
Rp8.562.000
III
1. SPP
2. SKS
3. Uang Buku
4. Uang Saku
6. Uang Makan
7. Uang Transportasi
8. Uang Pulsa dan Modem
Rp1.100.000
Rp1.518.000
Rp400.000
Rp1.800.000
Rp2.228.000
Rp1.116.000
Rp600.000
Jumlah
Rp8.762.000
IV
1. SPP
2. SKS
3. Uang Buku
4. Uang Saku (-2 bulan)
6. Uang Makan (-2 bulan)
7. Uang Transportasi (-2 bulan)
8. Uang Pulsa dan Modem
Rp1.100.000
Rp1.584.000
Rp200.000
Rp380.000
Rp550.000
Rp114.000
Rp600.000
Jumlah
Rp4.528.000
Total
Rp35.080.000

Tidak ada komentar:

To Top Page Up Page Down To Bottom Auto Scroll Stop Scroll