thanks for visiting,come back soon for more:)

Jumat, 12 September 2014

Tugas Sintaksis bagian II



TUGAS SINTAKSIS BAGIAN II: Frase Endosentrik dan Frase Eksosentrik 
Dosen Pengampu: Ermawati S, S.Pd., M.A.

1.      Frase Endosentrik, terbagi:
a.       Frase Endosentrik yang Koordinatif
1.      Takdir yang tidak pernah berkonsultasi denganmu untuk membawa kebaikan dan keburukan, kebangkrutan atau kematian.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang koordinatif karena terdiri dari unsur-unsur yang setara. Dan kesetaraannya dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau. Unsur-unsur yang setara pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan/frase yang dimiringkan yaitu kebaikan dan keburukan, kebangkrutan atau kematian.
2.      Kemuliaan di dunia dan akhirat diperoleh dengan taat kepadaNya, bukan dengan maksiat kepadaNya.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang koordinatif karena terdiri dari unsur-unsur yang setara. Dan kesetaraannya dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau. Unsur-unsur yang setara pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan/frase yang dimiringkan yaitu dunia dan akhirat.
3.      Mana pula ada bulan dan bintang di malam yang mendung?
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang koordinatif karena terdiri dari unsur-unsur yang setara. Dan kesetaraannya dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau. Unsur-unsur yang setara pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan/frase yang dimiringkan yaitu bulan dan bintang.
4.      Pada zaman dahulu kala, di Negeri Rantau Baru, hiduplah sepasang suami-istri yang sangat miskin.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang koordinatif karena terdiri dari unsur-unsur yang setara. Dan kesetaraannya dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau. Unsur-unsur yang setara pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan/frase yang dimiringkan yaitu suami-istri.
5.      Menyekolahkan kakak dan adik sudah membuat Ayah Narti banting tulang tiga kali lipat.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang koordinatif karena terdiri dari unsur-unsur yang setara. Dan kesetaraannya dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau. Unsur-unsur yang setara pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan/frase yang dimiringkan yaitu kakak dan adik.

b.      Frase Endosentrik yang Atributif
1.      Kulalui pagi itu dengan tercenung menatapi aliran sungai irigasi
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang atributif karena terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Unsur-unsur itu tidak mungkin dihubungkan dengan kata hubung dan atau atau. Unsur-unsur yang tidak setara pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan yang dimiringkan yaitu pagi itu.
2.      Nyeri kaki ini tak seberapa jika dibandingkan luka hati Narti
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang atributif karena terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Unsur-unsur itu tidak mungkin dihubungkan dengan kata hubung dan atau atau. Unsur-unsur yang tidak setara pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan yang dimiringkan yaitu kaki ini.
3.      Nampaknya bunga itu bukan komoditas yang dapat dijual cepat dan sepertinya tak terlalu menguntungkan
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang atributif karena terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Unsur-unsur itu tidak mungkin dihubungkan dengan kata hubung dan atau atau. Unsur-unsur yang tidak setara pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan yang dimiringkan yaitu bunga itu.

4.      Dari balik bandul itu muncul bungkusan kecil yang terlipat rapi dan berisi biji bunga matahari
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang atributif karena terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Unsur-unsur itu tidak mungkin dihubungkan dengan kata hubung dan atau atau. Unsur-unsur yang tidak setara pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan yang dimiringkan yaitu bandul itu.
5.      Pak De Mul merebut akte rumah itu dan mengungkit-ungkit masa lalu
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang atributif karena terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Unsur-unsur itu tidak mungkin dihubungkan dengan kata hubung dan atau atau. Unsur-unsur yang tidak setara pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan yang dimiringkan yaitu rumah itu.

c.       Frase Endosentrik yang Apositif
1.      Aku begitu beruntung memiliki Rika, sahabat kecilku.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang apositif karena dalam frase Rika, sahabat kecilku unsur-unsurnya tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau dan secara semantik unsur yang satu dalam hal ini unsur sahabat kecilku sama dengan unsur Rika. Karena sama, maka unsur sahabat kecilku dapat menggantikan unsur Rika. Dengan kata lain, masing-masing konstituennya dapat saling menggantikan. Dapat disimpulkan, Aku begitu beruntung memiliki Rika dan Aku begitu beruntung memiliki sahabat kecilku.
2.      “Narti, kau kan sudah besar. Menikah sajalah kau... nanti kukenali dengan anak juragan. Cantik pula kau, tak perlu segan!” timpal Uwaknya Narti, istri Pak De.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang apositif karena dalam frase Uwaknya Narti, Istri Pak De unsur-unsurnya tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau dan secara semantik unsur yang satu dalam hal ini unsur Istri Pak De sama dengan unsur Uwaknya Narti. Karena sama, maka unsur Istri Pak De dapat menggantikan unsur Uwaknya Narti. Dengan kata lain, masing-masing konstituennya dapat saling menggantikan. Dapat disimpulkan, “Narti, kau kan sudah besar. Menikah sajalah kau... nanti kukenali dengan anak juragan. Cantik pula kau, tak perlu segan!” timpal Uwaknya Narti dan “Narti, kau kan sudah besar. Menikah sajalah kau... nanti kukenali dengan anak juragan. Cantik pula kau, tak perlu segan!” timpal istri Pak De.
3.      “Kamu lihat Lia tidak?” Tanya Risa, adik bungsu Lia.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang apositif karena dalam frase Risa, adik bungsu Lia unsur-unsurnya tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau dan secara semantik unsur yang satu dalam hal ini unsur adik bungsu Lia sama dengan unsur Risa. Karena sama, maka unsur adik bungsu Lia dapat menggantikan unsur Risa. Dengan kata lain, masing-masing konstituennya dapat saling menggantikan. Dapat disimpulkan, “Kamu lihat Lia tidak?” Tanya Risa dan “Kamu lihat Lia tidak?” Tanya adik bungsu Lia.
4.      Dia melihatku dengan pandangan yang sama seperti tujuh tahun silam, dia adalah Andri, pacar pertamaku ketika aku duduk di bangku SMP.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang apositif karena dalam frase Andri, pacar pertamaku unsur-unsurnya tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau dan secara semantik unsur yang satu dalam hal ini unsur pacar pertamaku sama dengan unsur Andri. Karena sama, maka unsur pacar pertamaku dapat menggantikan unsur Andri. Dengan kata lain, masing-masing konstituennya dapat saling menggantikan. Dapat disimpulkan, Dia melihatku dengan pandangan yang sama seperti tujuh tahun silam, dia adalah Andri ketika aku duduk di bangku SMP dan Dia melihatku dengan pandangan yang sama seperti tujuh tahun silam, dia adalah Pacar pertamaku ketika aku duduk di bangku SMP.
5.      Annisa, anak tunggal dari Bapak Warsito dan Ibu Kartini mengalami kecelakaan di sudut persimpangan jalan.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Endosentrik yang apositif karena dalam frase Annisa, anak tunggal dari Bapak Warsito dan Ibu Kartini unsur-unsurnya tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau dan secara semantik unsur yang satu dalam hal ini unsur anak tunggal dari Bapak Warsito dan Ibu Kartini sama dengan unsur Annisa. Karena sama, maka unsur anak tunggal dari Bapak Warsito dan Ibu Kartini dapat menggantikan unsur Annisa. Dengan kata lain, masing-masing konstituennya dapat saling menggantikan. Dapat disimpulkan, Annisa mengalami kecelakaan di sudut persimpangan jalan dan Anak tunggal dari Bapak Warsito dan Ibu Kartini mengalami kecelakaan di sudut persimpangan jalan.

2.      Frase Eksosentrik, terbagi:
a.       Frase Eksosentrik Direktif
1.      Besok shubuh aku akan pergi ke kampung
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Eksosentrik yang koordinatif karena komponen pertamanya berupa preposisi, seperti di, ke, dan dari, dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang biasanya berkategori nomina. Oleh karena komponen pertama berupa preposisi, maka frasa eksosentris direktif ini lazim juga disebut frasa preposisisonal. Komponen pertama yang berupa preposisi dan komponen kedua berupa nomina pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan yang dimiringkan yaitu ke kampung.
2.      Aku terlalu sibuk mengikuti bimbingan belajar di sekolah
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Eksosentrik yang koordinatif karena komponen pertamanya berupa preposisi, seperti di, ke, dan dari, dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang biasanya berkategori nomina. Oleh karena komponen pertama berupa preposisi, maka frasa eksosentris direktif ini lazim juga disebut frasa preposisisonal. Komponen pertama yang berupa preposisi dan komponen kedua berupa nomina pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan yang dimiringkan yaitu di sekolah.
3.      Ku rasakan Narti menangis di punggungku
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Eksosentrik yang koordinatif karena komponen pertamanya berupa preposisi, seperti di, ke, dan dari, dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang biasanya berkategori nomina. Oleh karena komponen pertama berupa preposisi, maka frasa eksosentris direktif ini lazim juga disebut frasa preposisisonal. Komponen pertama yang berupa preposisi dan komponen kedua berupa nomina pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan yang dimiringkan yaitu di punggungku.
4.      Dia dan teman-teman sekelasnya harus kembali ke lokasi kematian tragisnya
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Eksosentrik yang koordinatif karena komponen pertamanya berupa preposisi, seperti di, ke, dan dari, dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang biasanya berkategori nomina. Oleh karena komponen pertama berupa preposisi, maka frasa eksosentris direktif ini lazim juga disebut frasa preposisisonal. Komponen pertama yang berupa preposisi dan komponen kedua berupa nomina pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan yang dimiringkan yaitu ke lokasi.
5.      Runtukan kekesalan menguar dari mulutnya yang komat kamit bak merapal mantra sakti
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Eksosentrik yang koordinatif karena komponen pertamanya berupa preposisi, seperti di, ke, dan dari, dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang biasanya berkategori nomina. Oleh karena komponen pertama berupa preposisi, maka frasa eksosentris direktif ini lazim juga disebut frasa preposisisonal. Komponen pertama yang berupa preposisi dan komponen kedua berupa nomina pada kalimat di atas dapat dilihat pada tulisan yang dimiringkan yaitu dari mulutnya.

b.      Frase Eksosentrik Nondirektif
1.      Suatu hari sang suami pulang ke rumah, ia baru pulang setelah menjadi kuli angkut di kebun milik seorang petani kaya.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Eksosentrik yang Nonderektif karena perangkainya berupa artikula (si, sang, para, dll), sedangkan kosntituen sumbunya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina, verba, atau adjektiva. Artikula pada kalimat di atas yaitu sang suami.
2.      Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Eksosentrik yang Nonderektif karena perangkainya berupa artikula (si, sang, para, dll), sedangkan kosntituen sumbunya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina, verba, atau adjektiva. Artikula pada kalimat di atas yaitu sang induk kambing.
3.      Aku merasa bangga karena para partner di kantornya melibatkan pacarku untuk menyelesaikan kasus itu sehingga aku sama sekali tidak curiga akan jam kerjanya yang tiba-tiba berubah.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Eksosentrik yang Nonderektif karena perangkainya berupa artikula (si, sang, para, dll), sedangkan kosntituen sumbunya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina, verba, atau adjektiva. Artikula pada kalimat di atas yaitu para partner.
4.      Leonard kemudian berjalan menyeberangi ruangan yang dipenuhi dengan meja-meja yang dipisahkan oleh beberapa sekat, tempat para asisten duduk pada siang hari.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Eksosentrik yang Nonderektif karena perangkainya berupa artikula (si, sang, para, dll), sedangkan kosntituen sumbunya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina, verba, atau adjektiva. Artikula pada kalimat di atas yaitu para asisten.
5.      Perhatiannya kemudian beralih ke Prof. Duncan, lalu ke para suster sebelum akhirnya ke kami, para mahasiswa yan gsedang memandangi dia dengan mulut ternganga tentunya.
Analisis: Kalimat di atas termasuk contoh Frase Eksosentrik yang Nonderektif karena perangkainya berupa artikula (si, sang, para, dll), sedangkan kosntituen sumbunya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina, verba, atau adjektiva. Artikula pada kalimat di atas yaitu para suster dan para mahasiswa.

sumber: Majalah Story

Tidak ada komentar:

To Top Page Up Page Down To Bottom Auto Scroll Stop Scroll